Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Cara beternak kambing boer

Cara beternak kambing boer - Beternak kambing boer – beternak Kambing yang telah beradaptasi adalah kambing kacang dan kambing Peranakan Etawah. Untuk memulai usaha ternak kambing, pertama kali yang perlu dilakukan dalam Beternak kambing boer adalah pemilihan lokasi  sebagai berikut :
  • Ada sumber air.
  • Dekat sumber pakan
  • Jauh dari pemukiman.
  • Bukan lokasi banjir.
Beternak kambing boer dengan memilih bibit induk kambing.
Bibit merupakan faktor penting dalam usaha ternak kambing, yang harus diperhatikan adalah.
  • Ukuran badan besar tidak gemuk.
  • Kaki lurus,kokoh dan tumit kelihatan tinggi.
  • Tidak cacat.
  • Puting susu duadan simetris.
  • Berasal dari lahir kembar.
  • Jumlah gigi yang lengkap.
Beternak kambing boer dengan dengan memilih pejantan kambing.
Pengembangbiakan merupakan tujuan utama dari usaha pembibitan ternak kambing.
kualitas penjantan yang baik meliputi :
  • Pertumbuhan cepat.
  • Gerakan lincah dan ganas.
  • Alat kelamin normal serta terlihat ereksi.
  • Umur 15 Bulan – 5 tahun.
  • Pilih pejantan dari kelahiran kembar.
Beternak kambing boer  untuk perkawinan kambing.
  • Ternak betina yang sedang birahi kawinkan 12 -18 jam setelah terlihat tandatanda birahi.dak telah.
  • Jangan kawinkan induk dan pejantan masih ada hubungan darah.
  • Dikawinkan dalam satu kandang sampai birahi berikutnya.
PEMELIHARAAN INDUK BUNTING KAMBING
Setelah dilakukan perkawinan, apabila terjadi kebuntingan, kambing kelihatan tenang dan tidak timbul lagi birahi pada 19 hari berikutnya. Jika terjadi kebuntingan pisahkan dari pejantan dan berikan pakan yang berkualitas.
Beternak kambing boer dengan memilih pakan yang bagus.
  • Pakan Hijauan
ternak kambing secara umum sangat menyukai daun-daunan terutama daun kacang-kacangan, bisa juga diberi hijauan rumput.
  • Pakan Penguat
Merupakan pakan yang mempunyai kandungan zat makan tertentu yang relatif tinggi, dan sangat cocok
diberikan pada ternak yang baru beranak, yang akan mempercepat pertumbuhan anak dan kesiapan induk untuk dikawinkan
kembali. Contoh konsentrat / pakan penguat adalah 98,5 % ampas tahu + 1,5 % garam, diberikan 0,35 kg/ekor/hari.
Beternak kambing boer dengan memilih kandang yang baik.
Kandang merupakan tempat yang digunakan oleh kambing untuk hidup dan berkembang biak. Ada beberapa macam tipe
kandang.
  • Kandang koloni
Ternak kambing ditempatan dalam satu kandang, kandang seperti ini akan menimbulkan perkawinan yang tidak direncanakan, Terjadi perkelahian yang dapat menimbulkan cedera dan persaingan makanan.
  • Kandang Kelompok
Ternak kambing dikelompokan berdasarkan umur/ukuran tubuh.Terjadi pemisahhan antara anak, dara dan dewasa. Kandang seperti ini sangat cocok untuk usaha pembibitan kambing.
  • Kandang Individu
Kandang individu merupakan kandang pemisahan / penempatan ternak satu ekor stiap satu kandang. Kandang ini sangat cocok untuk usaha penggemukan.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT KAMBING
Pencegahan penyakit jauh lebih baik dari mengobati, Beberapa penyakit yang sering menyerang kambing adalah :
  • Cacingan.
Pencegahan : menjaga kelembapan kandang dianjurkan kandang panggung.
Pengobatan : Wormet powder.
  • Diare.
Pencegahan : berikan pakan yang tidak basah, jangan berikan legum 100%.
Pengobatan : berikan antibiotik dan vitamin.
  • Kurap/kudis.
Pencegahan : hindari kontak langsung dengan yang sakit
Pengobatan : Ivomex sesuai dosis dan pisahkan dari yang sehat.
  • Bloat (kembung)
Pencegahan : hindari pemberian pakan segar. Sebaiknya pakan dilayukan dahulu sebelum diberikan.
Pengobatan : diminumkan secara paksa 20 ml minyak goreng. Biasanya satu jam kemudian kambing akan kembali normal.
Beternak kambing boer dengan menganalisa usaha ternak kambing.
Usaha ternak kambing akan sangat menguntungkan jika memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Jumlah ternak kambing yang akan dipelihara.
  • Menghitung semua biaya yang akan dikeluarkan.
  • Pertimbangan pemasaran produksi.
  • Bobot badan ternak kambing yang dijual minimal 25 kg. Atau membuat target penjualan.

Cara mudah budidaya kacang hijau

Cara mudah budidaya kacang hijau – pada umumnya ditanam di lahan sawah sebagai tanaman sela, yaitu disela-sela tanaman utama misalnya padi. Tanaman sela biasanya ditanam di pertengahan dan akhir musim kemarau. Hal ini dikarenakan kacang hijau tidak terlalu banyak membutuhkan air atau dengan kata lain, kacang hijau relatip tahan pada kondisi minim air.

SYARAT TUMBUH
Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 230C – 300C, kelembaban 60% – 70%, pH tanah 5,8 – 7 dan ketinggian kurang dari 600 m dpl.

PENGOLAHAN TANAH
- Tanah dibajak, digaru dan diratakan
- Sisa-sisa gulma dibenamkan
- Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
- Tanah dikeringanginkan tiga minggu baru ditanami
- Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m² (10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya sebagai berikut:
- Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
- Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.

PENANAMAN
- Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc / liter selama 0,5 jam dan dicampur Legin (Rhizobium) untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai
- Buat jarak tanam antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm
- Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang
- Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan
- Waktu tanam yang baik akhir musim hujan

PENJARANGAN & PENYULAMAN
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin. Penyulaman sebaiknya sore hari.

PENYIANGAN
Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, ke-2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam). Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2.

PEMBUBUNAN
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

PEMUPUKAN
Contoh jenis dan dosis pupuk sebagai berikut :
POC NASA diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4 – 8 tutup POC NASA/tangki).
Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10 – 20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3 – 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan, akan lebih aman jika disiramkan.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
  • Aphis glycine
    Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala: layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian: (1) Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan; (2) buang bagian tanaman terserang dan bakar, (3) gunakan musuh alami (predator maupun parasit); (4) semprot Natural BVR atau Natural PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.
  • Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)
    Bertubuh kecil, hitam bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Pengendalian: penyemprotan Natural PESTONA
  • Ulat polong (Ettiela zinchenella)
    Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian : (1) tanam tepat waktu.
  • Kepik polong (Riptortis lincearis)
    Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa.
  • Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)
    Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian : Saat benih ditanam, tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan Natural PESTONA. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.
  • Kepik hijau (Nezara viridula)
    Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat.
  • Ulat grayak (Spodoptera litura)
    Gejala : kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian : (1) dengan cara sanitasi; (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa Natural VITURA.
  • Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)
    Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian : Varietas tahan layu, sanitasi kebun, dan pergiliran tanaman.
    Pengendalian : Pemberian Natural GLIO
  • Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
    Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala : daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian; tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal
  • Anthracnose (Colletotrichum glycine )
    Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian : (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat; (2) Pencegahan di awal dengan Natural GLIO
    Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
    Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit; (2) semprotkan Natural GLIO + gula pasir
  • Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
    Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendalian : (1) memperbaiki drainase lahan; (2) Tebarkan Natural GLIO di awal
PANEN DAN PASCA PANEN
  • Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
  • Perlu diperhatikan, kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75 – 100 hari, sedangkan untuk benih umur 100 – 110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.
  • Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.
  • Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.
Demikan artikel singkat cara mudah budidaya kacang hijau. Semoga bermanfaat.

Tips lengkap budidaya lobster tawar

Tips lengkap budidaya lobster tawar – Lobster bercapit membentuk sebuah keluarga (Nephropidae, kadangkala juga Homaridae) dari crustacean besar laut. Mereka penting sebagai hewan, bisnis, dan makanan.

Sebelum memasuki penjabaran tentang Budidaya Lobster perlu diketahui perilaku Lobster Air Tawar (LAT) yang cukup menarik diamati adalah Aktivitasnya saat perkawinan hingga munculnya juventil. Tahap awal yang dilaksanakan oleh setiap indukan adalah :
-Mencari pasangan (dalam hal ini indukan biasanya sangat kolektif dalam mencari pasangan/penjantan)
-Melakukan percumbuan antar pasangan
-Melakukan perkawinan
-Induk betina mengerami telur

Cara Pembibitan (Pembenihan) Lobster Air Tawar
Pada tahap pembibitan lobster air tawar, paling tidak terdapat 5 faktor penting yang harus diperhatikan agar proses pembibitan dapat berjalan dengan sukses.
Diantara Kelima faktor itu adalah indukan yang anda gunakan, kualitas air yang anda gunakan, temperatur atau suhu air, pakan yang anda berikan, shelter serta pemindahan induk yang sedang bertelur ke media pengeraman.

 INDUKAN
Lobster yang akan digunakan sebagai indukan dalam proses pembenihan lobster air tawar harus sudah melalui tahap  seleksi  indukan agar kualitas   bibit yang dihasilkan pada  akhirnya   nanti adalah   bibit   yang benar – benar berkualitas baik, dalam artian mempunyai laju pertumbuhan yang cepat dan sehat. Untuk mendapatkan indukan dengan kualitas baik, pembudidaya dapat memperolehnya dari panti induk ataupun mendapatkannya dengan cara melalui proses pembesaran calon indukan sendiri.

 KUALITAS AIR
Beberapa parameter kimia air yang harus diperhatikan adalah pH, DO, DH, Salinitas, Amoniak, Nitrit dan Nitrat. Monitoring secara rutin dan berkala terhadap masing – masing parameter kimia air tersebut sangat penting untuk dilakukan. Kualitas air dapat dipertahankan dengan menggunakan berbagai cara, diantaranya dengan sistem resirkulasi air atau dengan sistem filterasi air.

SUHU AIR
Suhu air terbaik untuk tahap pembibitan adalah 24 – 29 derajat Celcius. Adapun beberapa cara yang dapat ditempuh untuk membuat agar suhu selalu stabil dikisaran angka tersebut adalah dengan cara memilih wadah pemeliharaan yang mempunyai kemampuan untuk mempertahankan suhu, menempatkan wadah pemeliharaan jauh dari sinar matahari atau dengan menggunakan alat bantu berupa heater.

PAKAN
Pelet udang dengan kandungan protein sebesar 28 – 30 % dapat digunakan sebagai pakan. Selama periode pembibitan, ukuran pelet yang umum digunakan adalah yang berukuran D 0 – D 2. Pemberian pakan secara berlebihan harus dihindari karena sisa pakan dapat memperburuk kualitas air yang pada akhirnya nanti dapat membahayakan kelangsungan hidup lobster.

SHELTER
Ada banyak benda yang dapat digunakan sebagai shelter pada masa pembibitan ini. Misalnya : rangkaian potongan pipa paralon listrik, keranjang buah, ijuk dan waring. Masing – masing mempunyai tingkat keefektifitasan sendiri – sendiri. Hal yang harus diperhatikan adalah mengenai jumlah shelternya dikarenakan pada masa ini sifat kanibalisme yang ada pada diri lobster kecil sudah muncul. Pengaturan shelter juga harus diperhatikan agar tidak mejadikan areal wadah pemeliharaan menjadi sumpek dan tidak mengganggu sirkulasi air.

PEMINDAHAN INDUK YANG SEDANG BERTELUR
Induk betina yang sedang membawa telur biasa memerlukan tempat yang lebih tenang. Ciri – ciri induk yang sedang bertelur adalah banyak berdiam diri dan ekornya yang terlipat erat dan rapat karena melindungi telur. Induk yang sedang dalam kondisi seperti ini harus segera dipindahkan ke dalam wadah pemeliharaan khusus pengeraman. Pemindahan harus dilakukan dengan sangat hati – hati untuk menghindari rontoknya telur yang diakibatkan oleh berontaknya induk. Pengecekan terhadap ada atau tidaknya induk yang sedang bertelur dilakukan 2 minggu setelah proses pemijahan terjadi.
  • ( PENETASAN )
    Siapkan media yang cukup luas serta shelter yang banyak. tali rafia dan waring sangat baik di gunakan. rendam dahulu tali dan waring selama sehari untuk menetralkan efek sampingnya.
    Masukkan tali rafia dan waring secara acak, tali di letakkan memanjang bolak balik dari ujung ke ujung kolam letakan pemberat seperti batu agar tali tidak mengambang seluruhnya. jangan lupa pasang aerator juga
    Indukan yang sudah mengeram selama kurang lebih 30 hari, sudah dapat di pindahkan ke media penetasan, caranya sama yaitu pindahkan bersama shelternya.
    Perkiraan jumlah telur tergantung dari besarnya induk, sekitar 200-300 butir untuk indukan berukuran 4″. telur yang sudah menetas akan menjadi anakan/burayak berukuran 4-5 mm. tidak seluruhnya telur akan menetas secara bersamaan setidaknya perlu 3-5 hari lagi agar telur semuanya menetas menjadi burayak. Bila sudah tidak ada lagi telur yang menempel di tubuh induknya, sudah bisa di pindahkan dan di karantina karena pada umumnya indukan tersebut akan moulting.
  • ( PEMBESARAN BENIH )
    Pemberian   pakan   untuk  burayak  cukup   mudah,  bisa  gunakan  pelet yang  dihaluskan atau memberikan   kuning   telur  yang  sudah  di rebus. berikan secara merata untuk optimal berikan sedikit tapi  sering  setiap hari. perhatikan  juga kualitas air, ganti air 50% dan sipon tiap minggu.
    Setelah 1 bulan lakukan penyortiran ukuran karena semua benih tumbuh tidak merata. tujuan sortir ini agar benih tumbuh merata di setiap ukuran karena persaingan makanan sama. Dibutuhkan waktu antara 70-100 hari untuk mencapai ukuran 5cm, hal yang perlu diingat adalah dalam tiap penetasan ada benih yang pertumbuhannya lambat sekitar 10-25% serta tingkat SR /survival rate sekitar 50-80%.
Demikan artikel singkat tips lengkap budidaya lobster tawar. Semoga bermanfaat.

Cara mudah beternak hamster

Cara beternak hamster – Hewan Hamster merupakan jenis binatang pengerat. Dalam penyebaran nya hamster tersebar diseluruh dunia, salah satunya adalah Hamster Siria (Syrian Hamster) yang paling umum dikenal dan Hamster Kerdil Rusia (Dwarf Cambell Russia).
Ia adalah binatang malam, yang tidur di siang hari dan aktif di sore dan malam hari, namun jika hamster sudah terbiasa diajak main pada pagi hari, kemungkinan pola tidurnya akan mengikuti si pemilik (jika pemilik sering bermain dengan hamsternya). Pandangan matanya jelek, tetapi penciuman dan pendengarannya tajam.
Cara beternak hamster
Ia mempunyai kantong pipi yang dapat mengembang, dimana ia menyimpan makanan yang akan dibawa ke sarangnya.
  • Hamster Siria berasal dari padang pasir di Timur Tengah dimana ia hidup dalam liang-liang dalam bukit-bukit pasir. Jenis ini paling umum dipelihara karena dapat dipegang oleh anak kecil dengan mudah. Binatang dewasa berukuran panjang 17-22 cm. Umumnya jenis ini jinak terhadap manusia, tetapi tidak terhadap jenis hamster lainnya. Karena itu jika hendak memelihara hamster jenis ini, harus ditempatkan dalam satu kandang terpisah dengan hamster lainnya, karena kemungkinan besar akan menyerang hamster yang lain jika ditempatkan dalam satu kandang bersamaan.
  • Hamster Kerdil Campbell Rusia berasal dari padang rumput Asia Tengah (Rusia, Mongolia dan bagian barat laut Cina).
Hamster dewasa berukuran panjang 10-12 cm, dan Hamster yang betina sedikit lebih panjang daripada yang jantan. Umur rata-ratanya 2 – 2 ,5 tahun, meskipun ia dapat hidup sedikit lebih lama.
Dibanyak negara (terutama di Amerika dan Eropa), hamster kini menjadi binatang peliharaan kecil yang sangat populer.
Dengan Cara Beternak  Hamsteryang benar, akan menghasilkan anakan atau indukan yang sehat
Pemeliharaan Hamster
Hamster dipelihara di dalam kandang, yang terbuat dari kawat atau aquarium kaca. Karena giginya tajam, kayu atau bambu tidak tepat digunakan. Lantai kandang perlu dilapisi dengan serutan gergaji atau sekam padi yang dapat menyerap air kencingnya. Carikan-carikan kertas dapat disediakan sebagai sarangnya. Ia akan menimbun makanan dan menaruh bayi (jika ada) di sarang ini.
Hamster adalah binatang yang menyukai kebersihan. Jika kandang cukup besar, ia akan menggunakan satu sudut kandang sebagai WC dan sudut yang lain sebagai sarang.
Makanan yang baik untuk Hamster
Makanan hamster pada umumnya adalah biji-bijian (beras/nasi, roti, jagung) dan sayuran (seperti wortel, timun dan buncis), namun jangan jadikan sebagai bahan utama. Binatang kecil ini tetap membutuhkan gizi yang cukup, dan dapat diperoleh melalui makanan kemasan yang sudah lengkap gizinya. Makanan protein tinggi seperti daging atau susu, juga penting terutama ketika bayi-bayi dalam masa pertumbuhan atau pada ibu hamster yang sedang hamil atau sedang mempunyai bayi Jika makanan cukup mengandung cairan, air minum tidak diperlukan.
Hamster mempunyai kantong di pipinya dimana ia mengumpulkan makanan. Ia menekan makanan ke dalam kantong yang akan mengembang dan membawanya ke sarang. Disini makanan dikeluarkan untuk ditimbun. Lapisan dalam kantong pipi ini sangat halus, sehingga makanan yang tajam dapat melukainya.
Cara beternak hamster
Hamster mempunyai bayi rata-rata 8 . Tetapi ia dapat melahirkan sampai 16 bayi sekaligus (Syrian Hamster).
Pada umumnya ia mulai melahirkan sesudah berumur 3-4 bulan, meskipun kadang-kadang ada juga yang mulai melahirkan pada umur 1 bulan, namun tidak dianjurkan hamster yang berusia kurang dari 4 bulan untuk melahirkan, karena dapat menyebabkan cacat pada anak hamster, ataupun dapat mengakibatkan kematian bagi ibu dan anak hamster. Makanan yang jelek (misalnya kurang protein) akan mengakibatkan si ibu mencari protein tambahan dengan memakan bayinya sendiri (kanibal), atau lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan yang berisik) membuat si induk merasa tidak nyaman/stress dapat menyebabkan induk memakan anaknya
Mudah2 an artikel di atas bisa membantu teman-teman yang mau merawat hamster dengan baik.

Cara budidaya ikan gabus

Cara budidaya ikan gabus - Memelihara ikan gabus untuk di konsumsi bagi kalangan peternak masih sangat jarang di lakukan. Ini terjadi karena permintaan pembelian ikan gabus masih sedikit. Namun tidak ada salah nya kalo kita mencoba nya untuk membudidayakan ikan gabus.
Ikan gabus merupakan ikan air tawar liar dan predator benih yang rakus dan sangat ditakuti pembudidaya ikan. Ikan ini merupakan ikan buas (carnivore yang bersifat  predator). Di alam, ikan gabus tidak hanya memangsa benih ikan tetapi juga ikan dewasa dan serangga air lainnya termasuk kodok. Bahkan di Kalimantan pernah dilaporkan gabus memangsa anak bebek. Ini masuk akal karena di sungai dan di rawa-rawa Kalimantan terdapat jenis gabus berukuran besar (gabus toman/aruan dan sejenisnya).
Ikan gabus dikenal dengan banyak nama. Ada yang menyebutnya sebagai aruan, haruan (Melayu dan Banjar), kocolan (Betawi); bayong, bogo, licingan, kutuk (Jawa); dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris, belut juga disebut dengan berbagai nama, seperti common snakehead, snake-head murrel, chevron snakehead, striped snakehead juga aruan. Name ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793) dan ada yang menyebutnya Ophiocephalus striatus.
Ada beberapa jenis gabus. Channa striata merupakan jenis ikan gabus yang banyak ditemui dan memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Jenis lain adalah gabus toman Channa micropeltes dan Channa pleuropthalmus. Gabus toman merupakan jenis gabus yang berukuran tubuh besar, mencapai panjang 1 meter dengan berat 5 kg.Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Terdapat sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh berbentuk bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali atau torpedo. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata).Warna ini sering kali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam.
Ikan gabus biasa ditemukan di perairan umum sebagai ikan liar. Banyak ditangkap di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Di Indonesia, ikan gabus awalnya hanya terdapat di barat garis Wallacea (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan). Namun dalam perjalanan waktu, ikan gabus diintroduksi (dimasukkan) ke wilayah Indonesia Timur.
Pada beberapa daerah yang dilalui aliran sungai besar seperti di Sumatera dan Kalimantan, ikan gabus seringkali terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui “berjalan” di daratan—khususnya di malam hari di musim kemarau—mencari tempat lain yang masih berair. Ikan gabus bisa bertahan hidup tanpa air karena bisa bernapas menyerap oksigen bebas menggunakan alat bantu pernapasan berupa “labirin”.
Makanan ikan gabus
Biasanya ikan ini menyambar mangsa di permukaan sehingga jika masuk ke kolam ikan yang lain kehadirannya dapat segera diketahui. lkan gabus yang akan menyambar mangsa biasanya berdiam diri di sekitar tanaman air (sehingga tidak terlihat oleh mangsanya) dan secara tiba-tiba meluncur cepat ke arah mangsanya dan langsung menelannya. Mulutnya yang besar memungkinkan untuk itu.
Pada musim kawin, ikan gabus jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan di tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijaga oleh induknya. Ini merupakan saat yang paling baik untuk menangkap/mengusir gabus dari kolam.
Untuk mencegah masuknya gabus ke kolam, pada saat pengolahan, dasar kolam harus benar-benar kering sampai retak-retak sehingga tidak memungkinkan gabus bertahan hidup. Biarkan dasar kolam dijemur sinar matahari selama beberapa hari. Pada bagian saluran pemasukan, dipasang saringan dari ijuk yang sangat rapat sehingga benih dan telur gabus tidak ikut masuk ke kolam bersama aliran air.
Jika di dalam kolam sudah terdapat ikan gabus, harus segera ditangkap. Biasanya populasinya tidak begitu banyak. Gabus dapat dipancing dengan mengggunakan umpan berupa ikan kecil, anak kodok atau eating. Cara pemancingannya cukup unik, yaitu dengan menggerak-gerakkan umpan di permukaan air. Umpan yang bergerak biasanya disambar gabus karena disangka mangsanya. Gabus yang tertangkap dapat dikonsumsi karena memang rasanya enak dan menjadi makanan favorit di beberapa daerah baik dalam bentuk segar maupun kering/asin.
Ikan inipun mudah sekali didapat, bisa dibeli di pasar, bahkan di warung-warung sekitar tempat tinggal. Namun apakah mereka tahu asal-usul ikan tersebut. Tentu saja tidak semua orang tahu, termasuk cara budidayanya.
Soal asal usul. Ternyata ikan gabus adalah ikan asli Indonesia. Hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk dan di sungai-sungai yang airnya tenang. Namun ikan gabus yang bisa dibeli di pasar-pasar dan warung-warung, kemungkinan besar dari Kalimantan. Karena pulau itulah yang kini menjadi pemasok terbesar untuk pasar-pasar seluruh Indonesia. Namun sayang, populasi ikan gabus di alam sudah mulai berkurang, sehingga budiadaya ikan ini perlu dikembangkan.
Lalu soal cara budidaya ikan gabus. Ternyata ikan inipun tidak susah. Tidak perlu dengan pemijahan buatan, cukup dengan pemijahan alami. Tentu saja hal ini disebabkan karena ikan gabus sudah akrab dengan perairan kita. Salah satu instansi perikanan yang sudah berhasil adalah Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, Kalimantan Selatan. Artikel inipun diambil dari salah satu leafletnya.
Namun sebelum mengupas tentang Cara budidaya ikan gabus, alangkah lebih baiknya kita tahu dulu tentang biologinya, terutama habitat, kebiasaan hidup, kebiasaan makan dan sistematikanya. Di Kalimantan, ikan gabus banyak ditemukan di rawa-rawa daerah pedalaman, hidup di dasar perairan yang dangkal, bersifat carnivor atau pemakan daging, terutama ikan-ikan kecil yang mendekatinya. Ikan gabus bersifat musiman, memijah pada musim hujan dari Bulan Oktober hingga Desember.
Secara sistematika, seorang ahli perikanan, Kottelat (1993) memasukan kedalam : Kelas : Pisces; Ordo : Labyrinthycy; Famili : Chanidae; Genus : Channa; Spesies : Channa striata; sinonim dengan Ophiochephalus striatus. Ikan gabus memiliki nama lain, yaitu gabus isilah Indonesia, Haruan merupakan nama daerah Kalimantan. Sedangkan dalam Bahasa Inggeri disebut Snaka Head Fish.
Cara membedakan ikan gabus jantan dan betina
Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg.
Cara memijahkan ikan gabus
Pemijahan dilakukan dalam bak beton atau fibreglass. Caranya, siapkan sebuah bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 4 hari; masukan air setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak; masukan masukan 30 ekor induk betina; masukan pula 30 ekor induk jantan; biarkan memijah; ambil telur dengan sekupnet halus; telur siap untuk ditetaskan.
Untuk mengetahui terjadinya pemijahan dilakukan pengontrolan setiap hari. Telur bersifat mengapung di permukaan air. Satu ekor induk betina bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir.
Cara menetaskan telur
Penetasan telur dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air bersih setinggi 40 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama penetasan; pasang pula pemanas air hingga bersuhu 28 O C; masukan telur dengan kepadatan 4 – 6 butir/cm2; biarkan menetas. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam. Sampai dua hari, larva tidak perlu diberi pakan, karena masih menyimpan makanan cadangan.
Cara melihara larva ikan gabus
Pemeliharaan larva dilakukan setelah 2 hari menetas hingga berumur 15 hari, dalam akuarium yang sama dengan kepadatan 5 ekor/liter. Kelebihan larva bisa dipelihara dalam akuarium lain. Pada umur 2 hari, larva diberi pakan berupa naupli artemia dengan frekwensi 3 kali sehari. Dari umur 5 hari, larva diberi pakan tambahan berupa daphnia 3 kali sehari, secukupnya. Untuk menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan, dengan membuang kotoran dan sisa pakan dan mengganti dengan air baru sebanyak 50 persen. Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.
Cara Budidaya Ikan Gabus dengan pendederan
Pendederan I ikan gabus dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 200 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 4.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Teknik lengkap budidaya jeruk

Teknik lengkap budidaya jeruk –  Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.
Syarat Pertumbuhan
Iklim
Tanaman jeruk memerlukan 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 °C dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman tanah (pH tanah) adalah 5,5-6,5 . Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300. Ketinggian tempat penanaman jeruk sangat bervariasi, tergantung pada spesies yang akan ditanam. Jenis Keprok Madura, Keprok Tejakula: 1–900 m dpl. Jenis Keprok Batu 55, Keprok Garut: 700-1.200 m dpl. Jenis Manis Punten, Waturejo, WNO, VLO: 300–800 m dpl. Jenis Siem: 1–700 m dpl. Jenis Besar Nambangan-Madiun, Bali, Gulung: 1–700 m dpl. Jenis Jepun Kasturi, Kumkuat: 1-1.000 m dpl. Jenis Purut: 1–400 m dpl.
Pembibitan
  • Teknik generatif
    Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong kemudian dianginkan di tempat yang tidak terkena sinar selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Media semai dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1).
  • Teknik Vegetatif
    Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.
Pedoman Budidaya
Persiapan Lahan
Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk. Jenis jeruk keprok dan siem : jarak tanam 5 x 5 m. Jenis jeruk manis : jarak tanam 7 x 7 m. Jenis jeruk sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m. Jenis jeruk nipis : jarak tanam 4 x 4 m. Jenis jeruk grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m. Jenis jeruk besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m.
Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah.
Teknik Penanaman
Bibit jeruk dapat ditanam setelah memiliki 6-8 helai daun pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan:
1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan.
2) Pengurangan akar.
3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.
Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.
Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman
Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.
2) Penyiangan
Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya biasanya dilakukan pada saat pemupukan.
3) Pembubunan
Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.
4) Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan
cabang yang sakit, kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.
5) Pemupukan
Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut:
a) 1 bulan: Urea=100; ZA=200; TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; Pupuk kandang=20 kg/tan.
b) 2 bulan: Urea=200; ZA=400; TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; Pupuk kandang=40 kg/tan.
c) 3 bulan: Urea=300; ZA=600; TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; Pupuk kandang=60 kg/tan.
d) 4 bulan: Urea=400; ZA=800; TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; Pupuk kandang=80 kg/tan.
e) 5 bulan: Urea=500; ZA=1000; TSP=125; ZK=500; Dolomit=100;
Pupuk kandang=100 kg/tan.
f) 6 bulan: Urea=600; ZA=1200; TSP=150; ZK=600; Dolomit=120;
Pupuk kandang=120 kg/tan.
g) 7 bulan: Urea=700; ZA=1400; TSP=175; ZK=700; Dolomit=140;
Pupuk kandang=140 kg/tan.;
h) 8 bulan: Urea=800; ZA=1600; TSP=200; ZK=800; Dolomit=160;
Pupuk kandang=160 kg/tan.
i) 8 bulan: Urea 1000; ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200;
Pupuk kandang=200 kg/tan.
6) Pengairan dan Penyiraman
Penyiraman jangan menggenangi batang akar. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.
7) Penjarangan Buah
Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit, yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah.
Hama Tanaman Jeruk
  • Kutu loncat (Diaphorina citri.)
    Bagian yang diserang adalah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala:
    Tunas keriting, tanaman mati.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dimethoate, monocrotophos, imidakloprid, abamektin, atau endosulfan. Buang bagian tanaman yang terserang.
  • Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
    Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga.
    Gejala:
    Daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif methidathion, dimethoate, diazinon, phosphamidon, malathion, atau imidakloprid
  • Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
    Bagian yang diserang adalah daun muda.
    Gejala:
    Alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif methidathion, malathion, diazinon, profenofos, sipermetrin, betasiflutrin, atau klorpirifos. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.
  • Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
    Bagian yang diserang adalah tangkai, daun dan buah.
    Gejala:
    Bercak keperakperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida/akarisida berbahan aktif, cyhexation, dicofol, oxythioquimox, dicarbam, atau abamektin.
  • Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
    Bagian yang diserang adalah buah.
    Gejala:
    Lubang yang mengeluarkan getah.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif methomyl, methidathion, fipronil, atau deltametrin. Buah yang terserang dipetik dan dimusnahkan.
  • Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
    Gejala:
    Bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif fenitrotionmothion, fenithion, metamidofos, methomil, atau imidakloprid.
  • Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)
    Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Gejala:
    Bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga mudah rontok, buah muda gugur sebelum tua.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif methomyl, methidathion, profenofos, atau sipermetrin. Kemudian buang bagian yang diserang.
  • Thrips (Scirtotfrips citri.)
    Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda.
    Gejala:
    Helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis.
    Pengendalian:
    Menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif difocol, propargite, abamektin, asetamiprid, atau imidakloprid.
  • Kutu dompolon (Planococcus citri.)
    Bagian yang diserang adalah tangkai buah.
    Gejala:
    Berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisda berbahan aktif methomyl, triazophos, carbaryl, atau methidathion. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu.
  • Lalat buah (Dacus sp.)
    Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak.
    Gejala:
    Lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah.
    Pengendalian:
    Pemasangan alat perangkap sexpheromone menggunakan Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif fenthion, dimethoathe, atau klorfenapir.
  • Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.)
    Bagian yang diserang daun, buah dan tangkai.
    Gejala:
    Daun berwarna kuning, bercak khlorotis dan gugur daun. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur.
    Pengendalian:
    Penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif diazinon, phosphamidon, dichlorophos, atau methidhation.
  • Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes.)
    Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah.
    Gejala:
    Daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati.
    Pengendalian:
    Sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Kemudian gunakan insektisida carbaryl, atau diazinon.
Teknik lengkap budidaya jeruk
Penyakit Tanaman Jeruk
1) CVPD
Penyebab:
Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang.
Gejala:
Daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye.
Pengendalian:
Gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan insektisida untuk mengendalikan serangga vektor dan sanitasi kebun yang baik.
2) Tristeza
Penyebab:
Virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Bagian yang diserang jeruk manis, nipis, besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen.
Gejala:
Lekuk batang , daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhan terhambat.
Pengendalian:
Sanitasi kebun, memusnahkan tanaman yang terserang, kemudian kendalikan serangga vektor.
3) Woody gall (Vein Enation)
Penyebab:
Virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii. Bagian yang diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour Orange.
Gejala:
Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun.
Pengendalian:
Gunaan mata tempel bebas virus dan sanitasi areal pertanaman, pengendalian serangga vektor.
4) Blendok
Penyebab:
Fungi Diplodia natalensis. Bagian yang diserang adalah batang atau
cabang.
Gejala:
Kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas.
Pengendalian:
Pemotongan cabang terinfeksi, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.
5) Embun tepung
Penyebab:
Fungi Odidium tingitanium. Bagian yang diserang adalah daun dan
tangkai muda.
Gejala:
Tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda.
Pengendalian:
Penyemprotan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif pyrazophos, bupirimate, atau metil-tiofanat.
6) Kudis
Penyebab:
Fungi Sphaceloma fawcetti. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai atau buah.
Gejala:
Bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye.
Pengendalian:
Pemangkasan teratur. Penyemprotan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif makozeb, propineb, Benomyl atau simoksanil.
7) Busuk buah
Penyebab:
Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang adalah buah.
Gejala:
Terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.
Pengendalian:
Hindari kerusakan mekanis, celupkan buah ke dalam air panas atau fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida, pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon.
8) Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab:
Phyrophthoranicotianae. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning.
Gejala:
Tunas tidak segar, tanaman kering.
Pengendalian:
Pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu  penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif simoksanil, propamokarb hidroklorida, famoksadon atau metalaksil.
9) Buah gugur prematur
Penyebab:
Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga
Gejala:
2 – 4 minggu sebelum panen buah gugur.
Pengendalian:
Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif benomyl, metiltiofanat, karbendazim, atau klorotalonil.
10) Jamur upas
Penyebab:
Upasia salmonicolor. Bagian yang diserang adalah batang.
Gejala:
Retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas.
Pengendalian:
Kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yang terinfeksi.
11) Kanker
Penyebab:
Bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai, buah.
Gejala:
Bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. Pengendalian:
Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif tembaga. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.
PANEN
Ciri dan Umur Panen
Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya.
Cara Panen
Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.
Perkiraan Produksi
Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per tahun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.
PASCAPANEN
Pengumpulan
Di kebun, buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. Pisahkan buah yang mutunya rendah, memar dan buang buah yang rusak. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil.
Penyortiran dan Penggolongan
Setelah buah dipetik dan dikumpulkan, selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya.
Penyimpanan
Untuk menyimpan buah jeruk, gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-100C.
Pengemasan
Sebelum pengiriman, buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.
Demikan artikel singkat teknik lengkap budidaya jeruk. Semoga bermanfaat.

Langkah mudah budidaya ubi jalar

Langkah mudah budidaya ubi jalar – Ubi jalar merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai sumber karbohidrat. Hal itu dapat dijadikan sebagai makanan pokok pengganti beras, bahkn di daerah Papua ubi ini sudah menjadi makanan pokok.

Pembibitan
Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan secara vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk. Perbanyakan tanaman secara generatif hanya dilakukan pada skala penelitian untuk menghasilkan varietas baru.
Penyiapan bibit memilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih, pertumbuhannya sehat dan normal tidak terlalu subur. Stek dipotong sepanjang 25-30 cm atau 3-4 ruas, diambil dari ujung batang atau cabang dan maksimal 3 stek untuk setiap cabang atau batang bagian tanaman bibit, pemotongan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi. Setelah dipotong, bibit direndam dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 2 g/L larutan selama 5 menit.

Pengolahan Tanah
Ubi jalar dapat ditanam ditegalan atau sawah. Penyiapan lahan ditujukan untuk menciptakan media tumbuh yang gembur dan subur. Tanah dan diolah dan dibuat guludan dengan lebar 40 – 60 cm dan tinggi 25- 30 cm. Jarak antar guludan 80-100 cm. Pada tanah berat(berlempung) untuk membuat guludan yang gembur perlu ditambah 10 ton bahan organic/ha.
International Institute of  tropical Agriculture (IITA), bekerjasama dengan para petani Nigeria, telah memulai percobaan lapangan dari suatu teknik baru dalam perbanyakan ubi jalar. Tenik baru yang dikembangkan ini menggunakan potongan kayu tipis yang ditanam dalam carbozed vice husk (CRH). CRH adalah sutau media pertumbuhan yang dapat diperoleh petani dengan murah, jika tidak gratis. Teknologi itu menghilangkan penggunaan ubi sebagai benih, sehingga akan lebih banyak ubi jalar yang tersedia untuk makanan dan dijual. Hal ini juga meminimalisir infestasi nematode penyebab utama rendahnya hasil pada ubi jalar, serta mendorong multiplikasi lebih cepat dan lebih baik serta kualitas tanaman lebih seragam. (ITTA)
Teknik Penanaman
Penanaman ubi jalar di lahan kering dilakukan pada awal musim hujan (Oktober), atau awal musim kemarau (Maret) bila keadaan cuaca normal. Dilahan sawah, waktu tanam yang paling tepat adalah segera setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada awal musim kemarau. Penanaman stek dilakukan pagi hari, setelah direndam dalam larutan fungisida, stek sebaiknya searah ( menghadap ke timur ) agar pertumbuhan tanaman menjadi searah. Stek ditanam miring pada guludan, dengan 1/2-2/3 bagian masuk ke dalam tanah. Jarak tanam 30-40 cm. Pada tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30-40 cm.
Petani papua umumnya menerapkan pola tanam wen mina hipere atau wen tinak yang artinya pola tanam ubi dengan ikan. Pola ini terdiri atas bedengan dengan lebar 3 m, panjang 5-20 m dan tinggi 1-1,5 m dari dasar parit. Lebar parit 0,6-2 m, ketinggian air dalam parit 0,4-0,7 m dari permukaan bedengan. Air dalam parit berfungsi mempertahankan kelembaban tanah diatas bedengan (Jermia dan Alberth, 2007)

Pemeliharaan Tanaman
1. Penyulaman
Selama 3 (tiga) minggu setelah ditanam, penanaman ubi jalar harus diamati kontinu, terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang mati harus segera disulam. Cara menyulam adalah dengan mencabut bibit yang mati, kemudian diganti dengan bibit yang baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu tidak terlalu panas. Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat yang teduh.

2.    Penyiangan
Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma) yang merupakan pesaing dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahari. Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersamaan dengan penyiangan dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.
Pengendalian gulma dilakukan secara manual menggunakan kored dan cangkul pada umur 2 minggu setelah tanam (MST), 5 MST, dan 8 MST atau dilakukan tergantung dari keadaan rumput.

3.    Pemupukan
Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Sebaiknya lahan dipupuk dengan pupuk organik baik pupuk kandang maupun kompos dengan dosis 10.000 – 20.000 ton/ha. Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Sebagai acuan dosis pupuk/ha yang dianjurkan adalah :
- 100 kg N ( ± 200-250 kg Urea)
- 50 Kg P2O5 (± 100-150 kg TSP/SP-36)
- 200 kg K2O (± 300-350 kg KCL)
Pemberian pupuk dilakukan dalam larikan dengan jarak garitan 10 cm dari lubang setek sedalam 5 cm. Waktu pemupukan sebagai berikut:
- Saat tanam : Urea diberikan 1/3 takaran, SP-36, KCL diberikan seluruhnya pada saat tanam.
- Umur 6 minggu setelah tanam ; Urea 1/3 dari takaran
- Umur 12 minggu setelah tanam ; Urea 1/3 dari takaran

4.    Pembalikan batang dan pucuk
Pembalikan batang dan pucuk bertujuan untuk meningkatkan hasil umbi, pembalikan dan pengangkatan batang dilakukan tiap 3 minggu sekali, sebab pada tanaman yang pertumbuhannya subur dalam waktu satu bulan akan menjalar sepanjang 1-1,5 m. Bila batang terus dibiarkan menjalar di atas tanah dengan segera akan tumbuh akar di ketiak-ketiak daun. Akar akan membentuk umbi-umbi kecil yang mengurangi cadangan makanan bagi umbi di batang utama. Pembalikan batang dimaksudkan untuk mematikan akar yang tumbuh pada ketiak daun.

5.    Pemangkasan
Tanaman yang terlalu subur perlu dipangkasan sebab tanaman yang daunya terlalu rimbun akan mengurangi hasil umbi. Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan pisau tajam. Mengenai berapa daun yang harus dibuang tidak bisa ditentukan kapasitasnya karena sangat tergantung pada keadaan tanaman. Pemangkasan dilakukan pada sulur-sulur yang merayap dalam saluran di sela-sela bedengan. Hasil pemangkasan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.

6.    Pengairan dan Penyiraman
Meskipun ubi jalar tahan kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan air tanah yang memadai. Seusai tanam, guludan diairi selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah, kemudian airnya dibuang. Pengairan berikutnya masih diperlukan secara kontinu hingga tanaman berumur 1-2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan.

Hama Dan Penyakit
Hama
a) Penggerek Batang Ubi Jalar
b) Hama Boleng atau Lanas
c) Tikus (Rattus rattus sp)
Penyakit
a) Kudis atau Scab
b) Layu fusarium
c) Virus
Beberapa jenis virus yang menyerang tanaman ubi jalar adalah Internal Cork, Chlorotic Leaf Spot, Yellow Dwarf.
d) Penyakit Lain-lain
Penyakit-penyakit yang lain adalah, misalnya, bercak daun cercospora oleh jamur Cercospora batatas Zimmermann, busuk basah akar dan ubi oleh jamur Rhizopus nigricans Ehrenberg, dan klorosis daun oleh jamur Albugo ipomeae pandurata Schweinitz.

PANEN
Ubi jalar dapat dipanen jika umbi sudah tua dan besar. Panen dapat serentak maupun bertahap. Secara fisik ubi jalar siap dipanen apabila daun dan batang sudah mulai menguning. Didataran rendah, ubi jalar umumnya dipanen pada umur 3,5 – 5 bulan. Sedangkan didataran tinggi ubi jalar dapat dipanen pada umur 2 – 8 bulan.

Demikan artikel singkat langkah mudah budidaya ubi jalar. Semoga bermanfaat.

Cara budidaya lobster air tawar

Cara budidaya lobster air tawar - Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish merupakan binatang air yang cukup mudah untuk dibudidayakan atau di ternakan. Harga jual nya yang cukup fantastis, sekitar 150-250 ribu rupiah /kg, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan bila dilakukan dengan Cara budidaya lobster air tawar yang benar dan baik.  Habitat asli Lobster Air Tawar adalah di sungai dan di rawa-rawa serta danau.
Media yang dapat di gunakan untuk budidaya lobster air tawar ini sangat bervariasi. Pada umumnya Lobster Air Tawar dibudidayakan secara extensif pada kolam tanah. Pada budidaya secara extensif petani hanya menaruh indukan pada kolam tersebut pada masa berkala kolam tersebut dikeringkan dan lobster yang sudah memenuhi ukuran komersial akan dijual dan sisanya akan dikembelikan ke kolam tanah tersebut. Pada budidaya secara intensif petani mulai memberi pakan ke dalam kolam dengan berbagai macam makan sayur-sayuran termasuk pakan komersil.
Budidaya secara intensif memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan secara extensive.  Media lain yang sering digunakan adalah kolam semen atau kolam fiber (Tank). Kolam semen dan kolam fiber ini banyak digunakan untukmembesarkan burayak sampai berat sekitar 5 cm.  Di Indonesia budidaya lobster air tawar banyak dilakukan dalam sekala perumahan terutama pada pembenihan.
Cara budidaya lobster air tawar sangat cepat dan gampang, tidak seperti udang windu atau udang galah yang relatif lebih sedikit dan rumit. Orang awam pun dapat melakukannya sendiri baik dalam skala usaha kecil maupun besar. Dengan sedikit modal dan kemauan yang kuat, setiap orang dapat membudidayakan lobster air tawar.  Lobster air tawar tidak mudah stres dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air, dan kebutuhan oksigen terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.  Jika dilihat dari iklim dan siklus musimnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan budi daya lobster air tawar sepanjang tahun. Lobster air tawar yang umumnya bertelur 4–5 kali dalam setahun dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain kondisi iklim yang sangat mendukung, sumber pakan alami bagi lobster tersedia cukup banyak di alam dan mudah diperoleh. Dengan pakan alami tersebut, lobster akan tumbuh dengan cepat. Oleh karena budi daya lobster tidaklah sulit maka bisnis ini dapat digunakan sebagai usaha sampingan.
Syarat hidup lobster air tawar
Lobster air tawar (LAT) pada umumnya dapat hidup pada selang parameter air yang lebar. Mereka diketahui toleran terhadap kandungan oksigen terlarut sangat rendah. Akan tetapi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik tentu tidak akan dapat dilakukan pada kondisi demikian. Untuk tumbuh dan berkembang dengan baik mereka memerlukan kadar oksigen terlarut lebih dari 4 ppm.
Temperatur lobster air tawar
LAT juga toleran terhadap suhu sangat dingin mendekati beku hingga suhu diatas 35 °C. Meskipun demikian untuk LAT-LAT daerah tropis hendaknya dipelihara pada selang suhu 24 – 30° C Pertumbuhan optimum akan dapat dicapai apabila mereka dipelihara pada selang suhu 25-29 °C.
Ph dan kesadahan lobster air tawar
LAT hidup pada perairan dengan kisarn pH sedikit alkalin yaitu antara 7-9. Mereka jarang dijumpai berada diperairan dengan pH kurang dari 7. Sedangkan kesadahan (kandungan kapur) air yang diperlukan adalah sedang hingga tinggi. Hal ini diperlukan untuk menjaga kandungan kalsium terlarut cukup tinggi untuk menjamin pembentukan cangkang mereka dengan baik.
Kualitas lobster air tawar
Berbagai laporan menunjukkan bahwa LAT muda sensitif terhadap kadar klorin tinggi. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk menuakan air terlebih dahulu sebelum digunakan untuk LAT.
LAT diketahui pula dapat mengakumulasikan merkuri (Hg) dalam tubuhnya sehingga mereka sering dijadikan sebagai indikator pencemaran lingkungan. LAT sensitif terhadap pestidida, terutama dari golongan organoklorin, begitu pula residu-residu minyak. Hal ini hendaknya menjadi perhatikan bagi mereka yang ingin membudidayakan LAT secara terbuka, agar terlebih dahulu memeriksa dengan seksama sumber air yang akan digunakan
Budidaya lobster air tawar biasanya dibedakan menjadi usaha pembenihan Lobster Air Tawar dan usaha pembesaran atau merupakan kesatuan dari keduanya.
  • Pembenihan adalah menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 Inci. Yang pertama kali diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex. Berikutnya adalah kolam untuk perkawainan dengan ukuran maksimal 1m2 untuk 1 set (5 ekor betina 3 ekor jantan). Medianya cukup mengunakan aquarium atau kolam semen.
  • Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, Yang pertamakali dibutuhkan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran. Berikutnya adalah lahan yang yang cukup luas dan sebaiknya merupakan kolam tanah dengan ukuran maksimal 1 M2 untuk 10 ekor. Jantan dan betina harus dipisahkan untuk mencegah perkawinan selama pembesaran. Lobster jantan lebih cepat pertumbuhannya oleh karena itu pembesaran sebaiknya dilakukan pada lobster jantan.
Pakan lobster air tawar
Agar pertumbuhanLobster air tawar sesuai dengan yang diharapkan maka pakan yang diberikan harus mengandung nutrisi yang  sesuai dengan apa yang dibutuhkan Lobster air tawar.  Nutrisi yang dibutuhkan Lobster air tawar terdiri dari Protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Sekarang ini sudah banyak produsen-produsen yang memproduksi pakan Lobster air tawar
Jenis-jenis pakan lobster air tawar
  • Pakan alami, biasanya dibudidayakan oleh peternak. Namun karena keterbatasan sarana dan prasaran biasanya peternak merasa kesulitan.  Pakan alami yang dibudidayakan umumnya adalah chlorella, tetraselmis, dunaleilla, diatone, spirulina, artemia, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing tanah dan cacing darah.
  • Pakan buatan sendiri, merupakan pakan yang diracik oleh peternak dari berbagai bahan seperti: tepung rebon, tepung ikan, cacing, wortel, toge, kacang hijau dan keong mas. Pakan racikan bisa dibentuk pellet atau pasta
  • Pakan komersil, yaitu pakan yang sudah jadi yang dioleh oleh perusahaan pakan ikan
Pemberian pakan sebaiknya 3% dari berat badan LAT dan diberikan pada pagi atau sore hari. Jika pakan tidak habis sebaiknya dibuang pada saat pemberian pakan berikutnya.
Penyakit pada lobster air tawar
Walaupun  Lobster air tawar dikenal lebih tahan terhadap penyakit   dibanding udang jenis lain, tidak berarti  Lobster air tawar bisa terbebas dari penyakit, penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus.  Pada periode pembesaran virus yang menjadi penyebab penyakit pada  Lobster air tawar adalah:
White Spot Disease (WSD)
Penyakit yang disebabkan virus ini dapat menyebabkan sisi kolam mati. Untuk mengantisipasi serangan virus ini beberapa cara dapat dilakukan, yaitu:
  1. menghindari masuknya LAT yg terinfeksi
  2. mengurangi kepadatan penebaran lobster di dalam kolam
  3. menjaga tingkat kada ammonia dan keasaman air
  4. menghindari air yang sudah digunakan untuk budidaya udang lain
  5. membersihkan alat yang sudah terinfeksi
Ricketsia-like organism
Lobster air tawar  yang terinfeksi virus ini biasanya melemah dan kadang-kadang ditandai dengan adanya bintik hitam atau biru kehijaun pada eksokoletonnya. LAT yang mati karena virus ini badan dan kepala terpisah.
Jamur (Crayfish Plague)
Lobster air tawar yang terinfeksi jamur ini umumnya jenis astacus astacus yang berasal dari eropa. Penularannya bisa melalui kutu asphanomices astaci atau bisa juga melalui peralatan yang digunakan
Selain virus tersebut di atas gangguan terhadap  Lobster air tawar disebabkan oleh hama, seperti: ular, tikus, burung, lele, dan ikan gurami
Panen Hasil  Lobster air tawar
Panen sebaiknya dilakukan pada suhu yang tidak terlalu panas, pagi atau sore atau malam hari. Beberapa teknik panen yang biasa dilakuan pada usaha pembesaran adalah:
Flow trapping
Caranya adalah sebagai berikut:
  • Turunkan air kolam sampai 2cm  dan persembunyian dikeluarkan dari kolam
  • Tempatkan kotak penampung di sisi kolam, tempat aerator pada kotak penampung untuk mencegah kekurangan oksigen.
  • Pasang papan dengan posisi seperti papan luncur, dari dasar kolam ke sisi kolam tepat di atas kotak penampung.
  • Alirkan air pada papan tersebut
Naluri Lobster adalah mencari air segar, dia akan menuju air yang mengalir dari papan       dan memanjatnya setelah sampai atas lobster akan jatuh ke kotak penampungan. 2. Perangkap Tikus
Teknik ini menggunakan perangkat tikus yang biasa digunakan di rumah, bagian pintu perangkapnya dig anti dengan corong.
Caranya adalah sebagai berikut:
  • Sebelum panen LAT jangan diberi makan
  • Siapkan perangkap tikus yang telah dipasang umpan yang cukup untuk semua LAT
  • Umpan yang digunakan adalah ikan atau keong mas
  • Untuk menimbulkan aroma umpan dibakar dulu
Memanen dengan cara ini air kolom tidak perlu diturunkan.
Tips cara budidaya lobster air tawar
Tips 1 Budidaya Lobster air tawar:
Gunakan indukan berukuran fisik besar (dapat menghasilkan +/-500 s/d +/-900 per ekor 1 kali bertelur)sebagai produksi bibit dan untuk mempercepat pertumbuhan bibit ukuran 2Cm beri makanan ekstra berupa cacing sutra, dan berikan cacing tanah untuk mempercepat proses bertelur untuk yang dikawainkan, kemudian perlu anda ketahui juga pada proses pergantian kulit berarti proses pertumbuhan,(bertambah besar).Terutama pada proses pembesaran di aquarium,oleh karena itu guna merangsang pergantian kulit sesering mungkin seiring dengan seringnya anda melakukan pergantian air pada aquarium (tiap 3hari atau seMinggu 1kali) tergantung tingkat kekeruhan airnya.
Tips 2 Budidaya Lobster air tawar
Lakukan pengawasan sesering mungkin, untuk menghidari serangan sekelompok Lobster lain terhadap Lobster yang sedang mengalami proses ganti kulit (moulting). Oleh karena pada saat proses moulting, disamping kondisinya yang lemah,pada saat itu juga mengeluarkan cairan zat yang dapat merangsang sifat kanibal dan melakukan penyerangan terhadap lobster yang sedang tidak berdaya. Dan berikan juga pengaman pada tempat (Kolam atau Aquarium) agar Lobster tidak kabur karena sifat pengembaraanya yang tinggi, dan dapat bertahan hidup hingga 8 s/d 12 jam diluar kolam/aquarium.
Tips 3 Budidaya Lobster air tawar
Berikan makanan tambahan/ektra, terutama pada malam hari, sekitar Pkl.19.00~21.00 secukupnya, periksa dan berikan makan berupa pelet, bila sudah tidak terdapat sisa makanan yang diberikan pada waktu sore hari. Hal ini dilakukan guna menghinadri saling menyerang diantara sesama Lobster, oleh karena hewan ini mempuyai sifat kanibalisme yang sangat tinggi di samping itu aktivitas kelompok hewan ini meningkat pada malam hari termasuk untuk mencari mangsa. Jenis hewan ini tidak menebar bau anyir/amis seperti jenis udang atau ikan lainnya, jadi budidaya ternak dapat/layak dilakukan dilingkungan rumah/tempat tinggal.
Tips 4 Budidaya Lobster air tawar
Tentukan pilihan anda sebelum terjun ke dunia bisnis Lobster Air Tawar ini oleh karena cara pengelolaannya terdiri dari beberapa segmen, apakah anda sebagai : pedagang ; Ternak pembesaran ; Ternak pembibitan ;Ternak hobi/koleksi. hal ini perlu dilakukan agar langkah usaha yang anda jalankan bisa lebih terfokus. Baca juga buku sebagai referensi yang mudah didapat, dan salah satu penyedianya GRAMEDIA,yaitu Seri Agribisnis LOBSTER AIR TAWAR Pembenihan dan Pembesaran, penulis; R Hondo Wiyanto/Rudi Hartono, cetakan Jakarta 2003 dan Pembenihan Lobster Air Tawar Lokal Papua, penulis;Samuel Patasik, cetakan Jakarta 2004.

Cara budidaya lobster air tawar

Tips 5 Budidaya Lobster air tawar
Apabila pilihan Budidaya/ternak pembesaran,siapkan kolam untuk pembesaran mulailah dengan skala kecil dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tetang sifat sifat yang spesifk dari hewan ini yang salah satunya adalah sifat kanibalisme yang tinggi.Agar skala resiko penyusutan pupulasi yang diakibatkan kematian dan kekurang terampilan dapat ditekan sekecil mungkin jika kelak memasuki usaha skla besar. Dan apa bila pengetahuan tersebut sudah didapat, mulailah dengan prencanaan produksi untuk target panen setiap bulan, untuk melihat ilustrasi perencanaan.
Tips 6 Budidaya Lobster air tawar
Pilihan budidaya ternak pembibitan sama dengan halnya dengan langkah budidaya pembesaran hanya pembibitan lebih sensitif lagi,sebaiknya biarkan s/d usia +/-1.5 bulan baru pindahkan kekolam pembesaran. Hewan ini memang hidup lebih sesuai di iklim tropis dengan suhu udara 24 sampai dengan 30 derajat celcius demikian juga kondisi air, khusus untuk anak yang baru dipisahkan dari induknya (burayak) pergunakan alat atau cairan pengukur Ph air, kemudian apa bila Ph air tidak ideal (Ph air ideal untuk LAT = 7 s/d 9 ) dapat diatasi dengan cara memberikan additive Ph up ataupun Ph Down, guna mempetahankan Ph ideal. Semua perlengkapan untuk mengontrol keadaan Ph air bisa didapat di tempat penjualan accessories ikan hias terdekat.
Tips 7 Budidaya Lobster air tawar
Pilihan tempat,rencanakan lokasi penempatan aquarium maupun kolam pemeliharaan pilih yang nuansanya tidak bising karena hewan ini mudah stress oleh hal-2 yang demikian,terutama pada proses perkawinan dan kehamilan kemungkinan telur yang dikandungan akan mudah rontok, sehingga akan menghambat proses pengembang biakan yang diinginkan. Hindari lingkungan hama pemangsa, tikus, kucing, dan sejenis nya,dengan memasang pelindung tutup kawat ayam dan sejenisnya. Ketinggian permukaan air 15 s/d 20 Cm dan supply oksigen yang cukup dengan memasang aerotor/air stone(gelembug-2 udara) dan Filter pump, agar selalu terjadi sirkulasi air yang bersih.

Ciri-ciri burung branjangan jantan

Ciri-ciri burung branjangan jantan - Memelihara burung Branjangan merupakan hobi bagi sebagian orang. Cara pemeliharaan dan perawatan branjangan yang mudah, pakan unruk branjangan yang mudah dicari, serta suara kicauan Branjangan yang merdu menambah nilai plus bagi burung ini. Burung dengan nama ilmiah Mirafra javanica ini memiliki kepiawaian dalam meniru (memaster) suara burung lain. Selain itu, gaya bertarungnya dengan cara mengepakan sayap (ngeper) semakin menambah kesukaan orang untuk memelihara burung Branjangan ini.
Perawatan Branjangan yang relatif mudah. Pakan utama untuk branjangan yang biasa diberikan adalah kenari seet. Untuk pakan tambahan, bisa juga diberikan ekstra fooding berupa jangkrik, kroto atau ulat hongkong.
Dahulu tidak banyak orang yang tahu bahwa burung kecil dengan bulu kusam ini mempunyai suara yang indah dan pandai meniru suara burung lain, kecerdasannya dalam menirukan (memaster) suara burung lain akan membuat suara kicauannya menjadi beragam, suara burung Prenjak, Ciblek, dan burung Gereja akan mudah diadopsi oleh Branjangan.
Beberapa pelomba burung bahkan menjadikan burung ini menjadi burung “wajib” untuk master burung lombanya. Karakter suara Branjangan yang miji-miji akan memudahkan burung maskot mengadopsi suara Branjangan. Branjangan yang sudah dapat memaster (menirukan) burung prenjak, ciblek, gereja tarung, cucak jenggot, love bird dan burung lain serta bermental baik akan memiliki harga yang lumayan fantastis. Dengan hanya memiliki satu ekor burung, maka cukup untuk memiliki bermacam suara burung lain.
Membedakan branjangan jantan dan betina
Ciri-ciri Branjangan jantan bisa dilihat dari warna tubuhnya coklat agak tajam dan bulunya tebal. Begitu pula warna paruhnya hitam mengkilat. Jika bertemu burung sejenis muncul jambul dikepalanya agak panjang dan lebih gagah.
Branjangan betina warna bulunya agak kusam. Betina juga memiliki jambul, sehingga jangan terkecoh. Bedanya, jambul betina lebih pendek. Volume suaranya sama-sama keras, namun suara betina terputus-putus dan kurang variasinya.
Untuk membedakan jenis kelamin branjangan, bisa juga dilihat dari paruhnya. Pada Branjangan jantan, paruh bagian bawah terlihat putih atau terang sementara yang betina terlihat gelap atau hitam atau kecoklatan.

Cara merawat kucing

Cara merawat kucing - Merawat hewan seperti kucing bisa di bilang gampang2 susah. Jika kita kurang pengetahuan tentang merawat atau memelihara kucing bisa membuat kucing kita akhirnya jatuh sakit. Walaupun kita bisa saja meminimalkan tapi terkadang kucing masih saja terkena penyakit kucing.
Salah satu poin utama dalam cara merawat kucing adalah mengetahui kapan mereka sakit. Yaitu dengan melihat tanda-tanda kucing yang sakit. Tanda-tanda ini sama untuk kucing apapun seperti kucing persia,kucing anggora atau jenis kucing lainnya dan juga sama rata baik itu kucing muda atau kucing yang tua.
Ciri-ciri kucing yang sedang sakit :
  • Kelelahan dan lesu
  • Menggelengkan kepala secara berlebihan
  • Selera menurun ataupun bahkan meningkat secara mencolok
  • Juga mengkonsumsi air secara berlebihan
  • Adanya cairan abnormal yang keluar dari lubang-lubang di tubuh contohlah mata kucing, hidung, telinga dsb.
  • Sulit membuang kotoran
  • Berat badan dapat naik ataupun menurun dengan mencolok
  • Menjadi lebih agresif dan hiperaktif
  • Berjalan pincang, bahkan sulit untuk berdiri
  • Ada bagian-bagian tubuh kucing yang membengkak
Jika ada kucing yang seperti di atas, Saya sarankan untuk  segera membawanya ke dokter atau minimal tanyakan ke dokter “apakah kucing sakit atau tidak dapat mempengaruhi kesehatan kucing”.Karena dengan mengetahui tanda-tanda cara Merawat Kucinga yang paling baik.

Tips mudah budidaya bebek petelur

Tips mudah budidaya bebek petelur –  Peternakan itik di indonesia masih berskala kecil sehingga perlu diusahakan secara komersial dan intensif. Hal ini diperlukan karena adanya pertambahan penduduk yang terus meningkat setiap tahunya sekitar 1,25 % dan semakin meningkatnya daya beli masyarakat. Kebutuhan telur itik ini sekarang belum mencukupi permintaan pasar, baik dalam bentuk telur segar maupun telur olahan dan telur segar. Oleh karena itu, PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 Kualitas-Kuantitas-Kelestarian nya berupaya terus membantu budidaya itik petelur denagn sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas telur dan daging.
Produktivitas Itik Petelur
Produktifitas itik petelur dapat ditingkatkan, yakni mampu menghasilkan telur 200-250 butir / ekor / tahun. Produktifitas itik petelur dapat ditingkatkan dengan pola pemeliharaan semi intensif dan intensif. Itik mampu berproduksi sepanjang tahun, kecuali itik sedang mengalami rontok bulu.
Jenis-jenis bebek / itik di indonesia :
  • Itik Tegal
  • Itik Magelang
  • Itik Mojosari
  • Itik Alabio
Tata Laksana Pemeliharaan
Perkandangan
Kandang sebaiknya menghadap ke timur untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk kedalamnya, sehingga ruang kandang menjadi sehat dan cukup terang. Tinggi kandang dibuat kurang dari 2 meter. Dinding kandang bagian bawah sebaiknya terbuat dari tembok setinggi 60 cm dari lantai. Sedangkan bagian atas terbuat dari kawat atau bilah-bilah bambu yang diberi jarak. Ukuran atau besar kecilnya kandang tidak menjadi masalah asalkan kepadatan itik per kandang tidak terlampau sesak. Pada prinsipnya, semakin rendah kepadatan itik perkandang akan semakin baik perkembangan itik didalamnya. ukuran kepadatan itik per kandang adalah 4 ekor / m2 untuk kandang tidur dan 2 ekor / m2 untuk kandang main. Jumlah itik dalamn 1 kandang dianjurkan 50 ekor.

Pakan
Bahan baku Ransum itik pada umumnya digolongkan menjadi dua, yaitu bahan baku nabati dan bahan baku hewani. Bahan baku nabati merupakan sumber energi terbaik untuk itik dan cara pengadaanya relatif murah.
Bahan Baku Nabati itu antara lain Dedak halus, Jagung kuning, Bungkil kedelai, Ampas tahu, Tepung daun pepaya, Tepung daun Lamtoro, Tepung daun Turi.
Bahan Baku Hewani antara lain : Keong, Bekicot, Cacing.
Ada juga yang dalam bentuk olahan pabrik, seperti : tepung ikan, Tepung bulu, Tepung darah, Tepung limbah udang, Tepung kerang, Tepung kepala udang.
Selain pakan-pakan diatas, Bebek / ITIK masih membutuhkan pakan tambahan yang mengandung gizi, nutrisi ternak lengkap YANG BELUM TERDAPAT pada pakan-pakan diatas untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi telur nya. Sehingga tujuan atau target dari budidaya itik / bebek petelur yaitu memiliki produksi telur yang optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan tambahan / pelengkap maka PT.NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA PLUS.
Produk ini menggunakan teknologi Asam Amino Mineral dan Vitamin yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh itik petelur yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan itik / bebek petelur.
Viterna Plus Mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan itik / bebek petelur, yaitu :
  • Asam-asam amino essensial, yaitu : Arginin, Hiistidin, aLeusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
  • Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh bebek petelur dari serangan penyakit.
  • Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K, Ca, Mg, Cl, dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.
Cara Penggunaan Viterna Plus adalah dengan mencampur pada komboran pakan konsentrat atau pakan lain dengan dosis : 1 tutup botol Viterna untuk sekitar 5 kg pakan.
Pemberian disarankan sejak itik berumur starter (1minggu) sampai produksi atau menghasilkan telur.
Contoh Pola Pemberian Pakan
catatan ; secara umum pola pemberian pakan selama masa pertumbuhan setiap minggu selalu mengalami kenaikan, disesuaikan dengan berat badan itik. Sebagai patokan, kenaikan pakan yang disarankan sekitar 15 gram / minggu / ekor. Jadi pada minggu ke-9 pakan yang diberikan sebanyak 615 gram/minggu/ekor, hingga minggu ke-24 mencapai 840 gram/minggu/ekor. Pemberian pakan atau ransum dilakukan 2 kali sehari, pada pukul 09.00 dan pukul 14.00.

Pengendalian Penyakit
Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan itik petelur adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak.
Beberapa langkah pencegahan adalah sebagai berikut :
  • Lahan yang digunakan untuk memelihara itik petelur harus bebas dari penyakit menular.
  • Kandang dan kolam harus kuat, aman dan bebas penyakit. Apabila digunakan kandang bekas itik yang telah terserang penyakit, kandang cukup dicucihamakan dengan desinfektan, kemudian dibiarkan beberapa saat. Apabila kandang tersebut bekas itik sehat cukup dicuci dengan air biasa.
  • Itik yang baru masuk sebaiknya dimasukkan ke kandang karantina dulu dengan perlakuan khusus. Itik yang diduga bulunya mengandung bibit penyakit sebaiknya dimandikan dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatek atau Granade 5 % EC dengan konsentrasi 4,5 gram / 3 liter air. Untuk membasmi kutu, itik dapat juga dimandikan larutan Asuntol berkontrasi 3-6 gram/3liter air.
  • Kandang diupayakan tidak lembab dan bebas dari genangan air. Kelembaban yang tinggi dan genangan air dapat digunakan oleh bibit penyakit sebagai media tumbuh dan perkembangbiakanya.
  • Dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi ditujukan untuk mencegah terjangkitnya penyakit oleh virus.
  • Pengaturan kepadatan kandang yang tepat. Kepadatan kandang yang tinggi dapat memicu timbulnya berbagai penyakit.
  • Kebersihan dan kesegaran pakan harus dijaga. Jangan memberikan pakan basi kepada bebek / itik. Pakan harus disimpan ditempat kering, sehingga terbebas dari jamur dan bau apek.
Beberapa penyakit yang dapat menyerang itik petelur adalah :
  • Penyakit Parasit (berak darah, cacingan)
  • Penyakit Bakterial (salmonellosis, cholera, keracunan, kaki bengkak, pasteurellosis, corryza/pilek, ngorok, coccidiosis)
  • Penyakit Virus (Cacar, Hepatitis Itik)
  • Penyakit lain disebabkan jamur (pneumonia, afloktosikosis)
Hal penting dalam pengendalian penyakit adalah meningkatkan kesehatan ternak dan kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya serta monitoring / pengamatan yang kontinyu terus-menerus pada ternak, sehingga apabila terdapat gejala penyakit, segera dapat diketahui jenis penyakit tersebut dan cara pencegahan dan pengobatanya.
Demikan artikel singkat tips mudah budidaya bebek petelur. Semoga bermanfaat.